Rabu, 16 November 2011

Ruko Itu Merusak Wajah Kotaku
Medan, 24 Maret 2011
(Tulisan ringan sambil minum kopi)

Bulan Maret ini aku pulang ke kota ku (Medan), setelah menjalani dua tahun di kota orang. Sedikitku terhenyak melihat pemandangan di kota ku, yang katanya salah satu kota terbesar di Indonesia. Wajahnya cukup berbanding terbalik dengan kota tempat ku tinggal sebelumnya (Bandung). Wajah kota ku terselubungi oleh ruko, yang hampir di setiap pinggir jalan menghiasi kota Medan.

Apa yang menyebabkan ruko dipilih sebagai wajah di kota ku ini? Apakah kota ku ini bangga terkenal dengan kota ruko? Padahal kota Medan ini mempunyai potensi untuk menjadi kota dengan wajah lain, contohnya saja kawasan kesawan dengan arsitektur Kolonialnya. Salah siapa sehingga kota ini berwajah ruko? Ada baiknya tidak saling menyalahkan, tapi mari memulainya dengan menata kota ini, sehingga kota ini memiliki wajah yang bisa dikenang karena keindahan kotanya, bukan karena kota rukonya.

Apakah salah membangun ruko? Tidak menurutku. Hanya saja, kenapa harus di jalan utama kota Medan? Dimana wajah kota Medan bisa tergambar disana. Hal ini bisa ditangani dengan kerjasama pemerintah, arsitek, urban planner, dan masyarakat. Dengan kesadaran masing-masing pihak, saya harapkan kedepannya kota ku ini memiliki wajah yang bisa dikenang keindahannya oleh semua yang pernah berkunjung ke Medan.
Bersambung....

Fakhri Aulia
RAFT origin

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar